Tangan saya merayap pelan ke atas sampai terentuh dinding yang sangat tebal. Lalu saya lihat dia tersenyum tipis.“Kamu cantik sekali,” kata saya lagi.Wajahnya merah. Bokep Tapi saya takut. Sri menggelinjang. Kalau berteriak-teriak? Bodoh.Serangan terhadap Sri saya lakukan pada suatu malam ketika istri saya keluar kota. Dia menampung muntahan dengan selimutnya. Saya cium bibirnya dengan tangan saya tetap meremas-remas payudara besarnya. Suaranya sangat keras. Bibir saya bergerak turun ke leher. Biarlah itu menjadi milik suaminya kelak.Suatu saat, entah karena apa, istri saya meminta Sri keluar. Saya tak punya banyak teman wanita kecuali teman sekantor, dan beberapa teman dunia maya. Saya raba, saya remas. Suaranya sangat keras. Benar-tbenar tak tega.




















