Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. Film Porno Mengapa kancing baju cuma tujuh? Aku tertipu. Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Dia berjongkok mengambil sapu tangan. Suara pletak-pletok mendekat. Dia terus mengelap selangkanganku. Ini gara-gara ibuku menyuruh pergi ke rumah Tante Eni. Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. “ Ngapadian sih di situ..? Ayo. Fera menjilatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yes.., akhirnya. ” katanya lagi seperti iri pada Fera. ” ujarnya. Tetapi berlari. Lama sekali dia memijati pangkal selangkanganku. “ Mbak Fera.., ” gumamku dalam hati. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Aku menggelepar.




















