Dimana rumahmu?” Dia menyebut alamatnya. Dan aku menyerahkannya pada Om.”“Menyerahkan demi uang.”“Menyerahkan karena Mita sayang Om.”Gombal, teriakku dalam hati.Kami telah sampai. Bokeb Aku tak mau terperosok kedalam kerangkeng yang sama sekali tidak aku kehendaki. Aku baru tahu dia selesai sewaktu dia merangkulku dari belakang.“Om Mita capek mau berbaring.”“Boleh, berbaringlah?” kutuntun dia ke tempat tidur dan kugolekkan dia di sana. Dia menatap tajam. Rambutnya sudah dipotong, dikurangi jadi lebih pendek sampai bahu sehingga tampak lebih rapi. “Ermita kamu sudah siap pulang?”, dia kelihatan linglung kebingungan, barangkali heran kok dia ada di kamar yang asing. Koran-koran sedang ribut memberitakan dokter aborsi gelap yang ditahan polisi karena pasiennya meninggal.




















