Berdua mereka duduk di sofa ruang tengah, di depan televisi. Bokep Tante Bukan salahmu, sebulan tidak dikeluarkan pasti bikin kamu nggak tahan.”Penuh kelegaan, Safiq menyambut sang bunda yang kini berbaring di sebelahnya.Mereka saling berpelukan dan berciuman. Pelan tubuhnya bergetar saat cairan kenikmatannya menyembur keluar.Safiq yang juga kesetanan terus memompakan kemaluannya berulang kali, dan tak lama kemudian ikut menggelepar. Bukan salah bocah itu juga, Anis juga jarang mengajaknya bicara berdua seperti dulu. Anis merapikan bajunya kembali.“M-maaf, Mi.” lirih Safiq dengan muka menunduk, sadar kalau sudah melakukan kesalahan besar. Tapi tak bisa dipungkiri, pesona Safiq sudah menjerat nafsu birahinya. Saat Anis sudah merasa cukup, iapun meminta Safiq untuk mulai menggerakkan pinggulnya.”Pelan-pelan aja, nggak usah buru-buru. Bocah itu pasti lebih menderita.Anis mulai meneteskan air mata. ”Seharusnya umi yang tanya begitu,” sahut Anis, dan mereka tertawa berbarengan.Sejak saat itu, hubungan mereka pun berubah.




















