Ohh.. Bokep Asia Rosa seorang sekretaris pada sebuah perusahaan minyak asing. Aku tidak kuat” kataku pada Bimo.“Hahaha… sudah kuduga kamu pasti akan menyerah Di, ok lah kita bertemu siang ini di kantin biasanya”,Aku dengar gelak tawa Bimo di ujung telepon sana.Sesampainya di rumah, seperti biasa dengan senyum indahnya, Yuni menyambut kedatanganku. Meski di usiaku yang menginjak 38 tahun, namun ketampananku belum pudar, ditambah lagi posisiku di kantor yang cukup mapan, aku yakin tidak terlalu sulit buatku mendapatkan seorang wanita.“Aku tidak mau terjebak dengan komitmen kepada seorang wanita sob, ada usulan lain nggak?”“Kalau tidak mau susah-susah pelihara kambing, langsung beli satenya aja, ngerti kan maksudku di” kata Rudi dengan senyum nakalnya. Setelah kucium keduanya yang sedang terlelap, segera aku beranjak menuju kamar tidurku.Di dalam kamar, istriku sedang menyalakan lampu tidur. Dia memang tergolong wanita yang rajin, seolah-olah tidak ada capeknya.




















