Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Vidio Sex Aku tidak pernah bertanya. Pintunya terbuka sedikit. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? “Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. “Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah




















