Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Terus terang untuk berdiri pun aku sulit saat itu. Bokep Mama “Hanya sedikit over drive.”
“Elo sendirian?”
Kujawab dengan anggukan lemah. Memang ini hari sialku.Apa tidak ada yang bisa bikin aku lebih sial lagi? Entah apa yang mereka bicarakan di sana.Felly ini gadis baik. Ternyata..?Tidak ada yang jelek dari Felly. Seorang wanita tua berusaha berbicara denganku. dengan dada berukuran 34B. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku. Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Felly lagi. Ternyata tidak. Aku bukan remaja frustasi yang melarikan diri ke dalam alkohol. Aku duduk. “Hey Ricky.”
Aku mendongakkan kepala. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Selain kapabilitasnya yang terjamin, blow job-nya juga bukan main. Kepalaku sudah berat bukan kepalang. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Dan teringat




















