Malah ia langsung ikut duduk menemani Daissy di atas sofa bersejarah, yang ternyata masih melengkapi ruang tamu pavilion tersebut.Disajikannya segelas coca-cola untuk Daissy, lalu merekapun saling bertukar kabar tentang apa saja yang telah terjadi selama ini. Ketika bibirnya menyentuh bonggol kepala kemaluan Bambang, Daissy menjadi semakin berani. Bokep Tobrut Katanya ini memang sudah menjadi tekadnya. “Hallo Sayang, apa kabar?,” demikian terdengar suara yang dulu pernah begitu familiar. Tangannya yang satu meremas bahu Daissy, sedangkan yang satunya mengusap-usap kepalanya. Daissy merasa seperti dibawa terbang melayang. Daissy tampak terbaring dengan mata setengah terpejam. Dirangkulnya Daissy dan diremas-remasnya seluruh tubuhnya. Melihat seorang laki-laki tanpa baju dalam keadaan diri yang penuh gairah, membuat lututnya terasa lemas sekali. Entah berapa lama ia terbawa hanyut.Waktu dibuka matanya, ternyata Bambang sudah duduk di sampingnya. Dalam perasaannya sepertinya Emir adalah orang yang memiliki dirinya dan berhak untuk berbuat apa saja terhadap dirinya.




















