“Kamu baik..” kataku lirih nyaris tak terdengar. ahh..” Sayang, jangan mendesahkan nama Tuhan sekarang, paling tidak jangan saat ini. Bokep Jilbab/Hijab Kubuka lemariku dan mengambil sebotol Bacardi yang isinya tingal setengah. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? Kuangkat lagi gagang telpon, menekan beberapa nomor. “Bagaimana bisa pengertian kalau sifatnya seperti itu terus?”
“Yaahh.. Kamu tidur..? Kukecup bibirnya dengan lembut, sebelum membuka ikat pinggangku dan menurunkan celanaku berikut celana dalam yang menutupi auratku.Nia memandang mataku dengan wajah memelas memohon pengertian, namun pengertian apakah yang bisa kuberikan kepadanya saat itu? Jadi, sebelum tangannya menyingkirkan tubuhku, kuciumi lagi wajahnya, meremas payudaranya, membuatnya mengerang dan melenguh. Obat sialan. ah.. “Hhh.. Nia bangkit, mendudukkan dirinya, dan menarik pundakku. mm..” kukulum bibirnya. iya deh, tapi jangan berantem terus.”
Pikiranku sedikit melayang. Kutaruh kembali botol Vicks 44 itu ke dalam saku jaketku, dan memacu gas mobil menuju ke rumah Nia.—————————————————Kugerayangi buah dadanya, menciumi puting susu-nya, melumat bibirnya, meraba selangkangannya, “Ahh.. Obat sialan.




















