Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Bokep Mom Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Air mataku jatuh tanpa terasa. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya.




















