Seringkali kami berjalan bersama, tidak satu kata cinta pun terucap, pun setelah bilangan tahun telah berlalu. Film Porno “Why should you know?”, tanyaku lagi untuk menghindar. Kali ini Revy memang benar. Dengan berat hati, akhirnya kami berpisah. Lumayan lah, malam libur seperti ini ada juga yang bisa dikerjakan. or just lying and tell her everything is right? Hhh…sesak juga rasanya jika sisi sentimentil ini sedang terusik. Untung cuma SMS, coba kalau phone call yang masuk, bisa bikin ribut seruangan meeting donk. In fact, we live in different world. Bagaimana indahnya ekspresi Revy terbuai alunan orgasme yang baru saja hadir menyapanya mampu mengalahkan segala keindahan yang pernah saya saksikan sebelumnya.Kubiarkan Revy mengejang detik demi detik puncak yang baru saja dilaluinya untuk kemudian mulai dapat mengatur nafasnya kembali. Kini wajah kami berhadapan dekat, dengan Revy dalam pangkuan.




















