Dan kali ini aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena aku berpikir Mbak Marissa sengaja membiarkan aku melihatnya. Film Porno Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.“Ya, mbak, selamat malam!” kataku.Jauh dalam hati aku sih pingin bilang,“Please dong temenin saya sebentar! Bias kucium harum tubuhnya.“Saya bisa kasih mbak lilin lagi kalau mau,” jawabku, aku bersiap bangkit dari kursiku.“Nggak usah,” Mbak Marisa menahanku. Kini bisa kulihat jelas raut perempuan itu. Aku menginginkannya, lebih dari yang kau impikan”. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Itu mungkin karena ayah dan ibuku tidak ada di rumah. Kini bisa kulihat jelas raut perempuan itu. Sudah biasa! Kalau hujan, pasti lampu mati. Seorang laki-laki turun, diikuti seorang perempuan yang menurutku teramat cantik.Kecantikan itu bisa kulihat dari warna kulitnya yang amat benderang dalam balutan blus tipis yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, Manakala turun dari kendaraan, ia sedikit menunduk dan bisa kunikmati sejenak belahan dadanya yang bersih dan penuh.




















