Aku tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Sex Bokep “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aku sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. “Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. Lidya hanya diam saja. Aku memang terlahir dari keluarga yg bisa dibilang cukup berada. “Iya, Tante. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Namun aku tak tahu apa arti semuanya itu. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. “Namun apa nanti Mama dan Papa kamu tak marah, Lin?”, tanyaku masih tetap tak mengerti keinginannya.Lidya tak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku.




















