Aku perlahan bangun sambil memegangi pantat ku yg sakit dan mengambil handuk itu, sayangnya handuk itu sudah lumayan basah dan tak bisa lagi ku gunakan.Akhirnya ku putuskan untuk langsung memakai pakaian saja. Bokep STW Namun sikap heroik dia hari ini merubah pandangan ku padanya dan mungkin pada Angga.Aku : wa’alaikumsalam, iya Wan, sudah sampai. Ku lepas jilbab dan kaus kaki yg berlumur sperma. Aku mendekati cermin itu dan menatap bagian bagian vital tubuhku.Ku perhatikan payudaraku yg bulat dengan putting coklat nya mengacung, memek ku yg mulus karena tiap minggu selalu ku cukur bulu nya, pinggang ku yg ramping dan pantat ku yg sekal yg tak pernah terjamah oleh siapapun namun ku kini ku remas dengan gemas pantatku. Terpaksa aku aku duduk menghadap depan.




















