Tapi akhirnya aku minta persetujuannya dulu. Kaget juga sih aku, ternyata Vera anak orang kaya. Bokep Indo Live Aku ragu juga sih, apa dia mau kusetubuhi. Akhirnya kutawarkan ke Vera main ke rumah inventarisku. Sepertinya ini anak high class kalau tidak mau dibilang jet set. Jalan-jalan. Terakhir, dia memberiku Compact Disc album Shania Twain, Vera bilang dengerin “You’re Still The One” dan jam tangan merek Omega Sport (aku tahu ini jam mahal). Akhirnya lama-lama aku jadi sering menelepon Vera. Sengaja aku tidak langsung melepasnya, sensasinya lain. Ternyata kalau sudah ketemu pada diam-diaman, padahal kalau kami ngobrol via telepon seperti yang sudah kenal belasan tahun.Selama perjalanan aku nggak mengerti mau ngapain, wangi parfumnya membuat aku mabok. Terus bagian pantatnya lumayan sekal dan besar kenyal.“Hai…” kataku. Aduh mesra sekali. Suatu hari Vera bilang kepadaku, bahwa dia sudah cerita tentangku ke bapaknya dan ibunya. Apalagi sekarang si Vera cuma pakai CD saja.




















