Tak perduli Wildan adalah menantuku. Bokeb Kenapa td aku diam saja dan tdk memberikan perlawanan apa-apa? Gimana, Nikmat gak.”
“Nikmat sekali sayang….”
“Masih mau?”
“Tentu dong. Nineik putriku memang tdk montok, bahkan tubuhnya jg kurang padat.Saat itu aku tdk mengerti, kenapa pula aku mengikuti pembicaraan yg seperti itu.“Menurut kamu bagian mana dari tubuh ibu yg menarik?”:
“Menurutku, semua, BU. Kenapa sejak beberapa hari lalu aku sangat menginginkannya, tp saat ada peluang, justru Wildan sendiri yg memulai, aku malah menjadi kaku?Melihat aku tdk bereaksi, Wildan melepaskan pelukannya dan segera keluar rumah sembari menutup gerbang dan menctarter motor bebeknya. Aku sangat bahagia sekali, saat putri pertamaku di wisuda, kemudian dalam hitungan bulan dia bekerja lalu dipersunting oleh suaminya dan dibawa merantau ke Kalimantan.Kebahagiaanku yg kedua, saat 2 tahun kemudian putriku yg kedua diwisuda.




















