Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Bokep Mom “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Kamu itu perempuan apa??!! Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Aku memekik dan mulai menangis. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. “Hmm..kamu menyukainya bukan? Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. “Eriik!! Hatiku terasa sakit dan ngilu. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu.




















