“Enggak boleh…?” katanya sambil tersenyum manis. Amida takut…”
katanya sambil terus melihat ke arah rudal qu yang sudah mau meroket tepat ke arah “Tempe” nya yang masih tertutup CD. Vidio Porno Matanya masih tertutup menikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada. Sekian. Sekian. Waduuuh…Empuk banget meenn…..Enak. “Sedikit aja, masak enggak boleh sih Amida” saya merayu.Amida tidak menjawab dengan kata-kata tapi dia tiba-tiba memeluk qu dengan menempelkan tetek ya ke dada qu. Torpedo qu yang sedari kedatangan nya jadi tegang daqn kini mulai terasa pegal , tak terhitung berapa kali aku menelan air ludah. Amida terlihat memejamkan mata. Tak ada kata yang terucap, hanya suara beradunya bibir dan dengau nafas yang kian memburu. “Enggak boleh…?” katanya sambil tersenyum manis. Tanpa sepatah kata dia berlari ke kamar qu yang tidak saya kunci.




















