Entah dorongan darimana, tiba-tiba saja mbak Nila mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berucap lembut.“Don, kamu mau cepet enakan ga badannya? Bokep Mom Legitt bangett mbakk..” Racauku.“Mmmhhp.. Matanya yang kini juga tak kalah sayu dariku, membalas tatapanku lembut.“Enak ga..?” Tanya nya dengan suara lirih. geli don.. Mbak nila dengan senyum khas keibuannya juga masih menatapku lembut. Kepala penisku yang baru sedikit tercelup di kemaluannya segera kudorong dengan beringas, hingga dalam sekejap mata hilang sudah setengah penisku masuk kedalam liang kemaluannya.“Aaaakhhh!!!”Mbak nila membelalak matanya, spontan ia menjambak rambutku menahan rasa terkejut dan sensasi dari penetrasi penisku. Lalu seketika semuanya terasa makin gelap dan gelap, hingga akhirnya aku tak kuat lagi dan merebahkan diriku di kasur, masih dengan posisi mbak nila berpangku diatas diriku, dan kemaluan kami masih bertautan.***Aku terbangun dengan terkejut.Badanku terasa lelah sekali, dan pegal-pegal luar biasa.




















