Kulihat dari celah udara yang sempit itu dan, kulihat Mas Agus di sana tepat sedang menindih tubuh istrinya. “Indra! Film Porno besar sekali, di sekelilingnya juga ada hamparan bulu-bulu halus yang rapi terpotong pendek.“Sini coba kamu pegang badan Mas Agus.” pintanya. “Kamu nggak kepanasan? Beberapa saat kemudian aku terhentak ketika secara tiba-tiba Mas Agus membalikkan tubuhnya. Indra..!” terdengar paman berbisik di telingaku, membangunkanku. Kubuka mataku pelan-pelan. Iya gitu!”
“Terus.. Di dalamnya terlihat CD-nya yang berwarna putih. Tapi kemudian..“Pantat Mas Agus juga pegel nih, pijit yah!” pintanya lagi. Dan instruksi-instruksi itu pun berlanjut. Segera aku kembali memejamkan mataku, berpura-pura tidur. Aku diam saja, tak membalas.Masih dalam pangkuan Mas Agus, waktu berlalu tanpa berkata sampai mataku akhirnya terpejam kelelahan, terlelap dalam pangkuannya.




















