(keseringan mantengin VCD parto kali yee…). Vidio Bokep “Maya bener mau?” Gayung bersambut nih, pikirku. “Ah… Mas Andra ini pura-pura lupa sama pacarnya.”Gadis itu duduk di sampingku (ketika dia duduk sebagian paha mulusnya terlihat sebab Maya cuman pakai kulot sebatas lutut). “Pacaran itu dasarnya harus ada suka.” lanjutku ketika kulihar Maya tertunduk malu. Jemari Maya menggelitik di dada dan perutku, membuka paksa hem lusuh yang aku kenakan. sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Sukanya sama Ersa ya?” ujar Maya merajuk. Aku cuman duduk-duduk sambil gitaran di teras kamar kostku. Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Mataku melebar memandangi dua gundukan manis tertutup kain pink tipis. “Kayaknya bete banget lagunya.”Aku menghentikan petikan gitarku.“Yah, gimana ya… kayaknya aku lebih suka sama Maya deh ketimbang sama dia.”Nah lo! Matanya masih terpejam rapat tapi bibirnya menyunggingkan senyum. Dia cuman diam sambil menahan malu.“Ya udah, Maya ambil bukunya trus ngerjain peernya di kamar




















