Kemudian Pipit keluar dengan segelas air putih ditangannya.“Mas minum lagi yah.. Ngapain sih kok mau jauh-jauh ke Malaysia, kan jauh.. Bokep Tobrut Tak disangka, malah tangan Pipit meremas jariku. Ingin rasanya aku gendong tubuh Pipit untuk kurebahkan ke dipan, tapi urung karena Ugi yang tadi disuruh Pipit memanggil ibunya sudah datang kembali.Buru-buru kami melepas pelukan, merapikan baju, dan duduk seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Aku semakin mendapat keberanian untuk mengelus wajahnya. Hanya ada anaknya yang masih kecil kira-kira 7 tahunan dirumah. Merasa ada perimbangan, aku tak canggung-canggung lagi aku buka saja kancing bajunya. Kan capek nyetir mobil..” katanya.Diberikannya air putih itu, tapi mata Pipit yang indah itu sambil memandangku genit.




















