Ahh ini dia, sebotol Smirnoff, tinggal setengah. Bokeb Tanganya mulai menggapai sandaran sofa di atasnya. “Aaawww.. Wajahnya memerah. Sengaja tak kumasukan agar aku bisa lebih lama menikmati saat-saat ini karena bagiku inilah saat sesungguhnya aku bisa mendapatkan penyerahan total bukan sewaktu bercinta atau orgasme. Kuperhatikan dengan seksama pinggulnya saat berjalan ke pintu rumah. “Ben..” kuputar kepalaku keluar. Lututnya mulai kujilat sambil tanganku meraba pangkal pahanya.Gerakan lidahku semakin kupercepat sambil mengarah ke arah liang kemaluannya. Kucoba mencari tahu dengan siapa pacarku pergi. Aku mencintainya hampir dengan seluruh hatiku. bukan untuk perayaan atau kesedihan tapi ketololan. Tak ada perasaan bersalah.“Aya.. Gawat! Hmm Aya pikirku. ashh.. Kumundurkan kursi mobil dan mulai memejamkan mata. Aah berhasil. Sengaja aku tidak membuat Aya telanjang bulat sehingga ia masih merasa nyaman. Yup, cemburu. Kumasukan lidahku ke dalam bibirnya.




















