Sampai akhirnya dia menjambak rambutku dan berteriak, “Ooohh”, panjang sekali. Bokeb Harum parfumnya membuatku merangsang. Timbul akal bulusku untuk memulai, karena pikiranku sudah tidak benar. Susan duduk di sampingku, mulai ngobrol-ngobrol sekitar kurang lebih 10 menit langsung kupegang tangannya, ternyata dia diam saja. Rupanya dia sudah mencapai klimaks. Susan adalah salah satu karyawati di tempatku bekerja, sebagai operator. Office girl kusuruh pulang, office boy kusuruh makan sampai aku memberinya kabar melalui pager.“Ok, Boss”, kata office boy. Dan tanpa disengaja atau tidak dia berikan pahanya untuk dilihat olehku.Kubilang, “Sus, nanti aku pegang lho”, sambil bercanda.Eh dia malah nantangin, “coba kalau berani”.Perlahan kuelus mulai dari dengkul ke atas lalu kembali lagi ke dengkul.




















