Lalu Dina tertidur dan tidak menyadari hari telah pagi dan sang dukun telah pergi, sedang Dina merasa tubuhnya pegal-pegal dan tulangnya serasa mau lolos. Lalu Dina mempersilakan sang dukun untuk istirahat di sebuah kamar yang memang diperuntukkan untuk tamu. Bokeb Di situ tangan sang dukun memasuki selangkangan Dina, tindakan ini membuat Dina protes,
! Sang dukun berkata, “Tidak usah keluar… Bu Dina… di sini saja.” Lalu sang dukun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah Dina duduk dan mbah dukun itu juga duduk di samping Dina. Sambil berjabat tangan Mbah ! Lalu sang dukun membuka pengait BH Dina dan melemparkan BH itu ke sudut kaki dipan itu dan terpampanglah sepasang dada montok yang putih mulus kemerahan karena gairah yang dipancing Mbah Dudu itu.Di sekitar dada itu sang dukun mengoleskan jimatnya berulang-ulang sampai Dina merasa tidak kuat menahan nafsunya.




















