Pikirannya yang menerawang sambil sibuk membasuh piring sisa santap malam membuatnya tidak bersiaga dan tak sedar saat seseorang berjingkat memasuki dapur.“Oough..”, Norzalina terpekik saat sebuah lengan yang kekar melingkar di pinggangnya yang ramping dan di saat bersamaan sebuah kecupan yang ganas mendarat di tengkuknya, menembus kerudung yang dikenakannya. Kedamaian yang dia pikir telah didapatkan tiba-tiba saja kembali terancam bahaya.“Ada apa, Lina? Bokep Montok Namun, hari itu Ali mengajar satu kelas tambahan di sekolah dan akan bertandang ke rumah salah satu siswa hingga Ashar. Hanya saja, kebahagiaan itu tidak berusia panjang.Suatu petang, sepulang Ali dari mengajar di sekolah, dia berkabar bahwa pak Dollah akan berkunjung lusa untuk menengok cucu pertamanya. Direngkuhnya tubuh menantunya yang sudah terkulai lemas tersebut lalu direntangkannya kembali kedua kaki Norzalina. Seesekali pak Dollah memintanya bergantian untuk menjilat, mengulum dan mengocok. Ayah pastikan kita punya waktu yang cukup untuk saling melepas rindu.he.he..he.”, pak Dolah melanjutkan bisikannya sambil kesepuluh jemarinya










