Kok bisa-bisanya kena bola?” Tanyanya iseng. Bokeb hhm..” Keringatku bercucuran tanda panik, lagipula tempat ini begitu sempit sehingga phobiaku kambuh, kalau begini terus aku bisa pingsan. Wuih, interiornya berwarna kuning, dia sudah memodifikasinya dan hasilnya klop banget. “Di Mel 3 F kak, tidak jauh kok.”
Kemudian setelah mobil berjalan, kami memulai pembicaraan ringan, mengenai kuliah, orang tua sampai ke hobby. Nanti dia malah mencomooh dan menghinaku. hhm..” Keringatku bercucuran tanda panik, lagipula tempat ini begitu sempit sehingga phobiaku kambuh, kalau begini terus aku bisa pingsan. Sedangkan aku, walah-walah, lebih baik aku mengurungkan niatku untuk mengenal dia yang mempunyai standar ‘gampang laku bila beredar di pasaran’.Akhirnya mimpiku hanyalah mimpi, tapi aku tidak habis pikir, betulkah pria tadi siang itu gay, andaikan betul, beruntung benar pria yang akan jadi kekasihnya nanti. “Jangan panggil Om, saya belum terlalu tua kok.




















