Dia berhenti lalu melirik ke arah muka Bram. “Aku udah tahu seperti apa kamu sebenarnya, Mas. Bokep Thailand Citra mengisap rokoknya dalam-dalam, lalu menyemburkan asap dari mulut. Pokoknya aku mau lihat kamu sampe klimaks. Brammm!!”Tia terengah-engah karena kenikmatan melanda badannya. Pokoknya aku mau lihat kamu sampe klimaks. Hampir 10 menit bibir mereka bertempur, lidah mereka saling serang. Sambil menjilati ereksi Bram, Tia terus menahan rasa malu dan segan. Kobel terus. Bram tidak tahu tadi Tia sempat ada di luar sebentar, waktu buru-buru pergi dari salon Citra ke rumah. Sekarang istrinya itu terlihat ketakutan. Lanjut…“…mending kukasih aja.”Didorongnya Bram ke sofa ruang depan sampai Bram terduduk. Dua-duanya terlalu capek untuk ngobrol ataupun merasa bersalah. Tia sendiri sudah cukup lega karena tidak kepergok siapapun dalam perjalanan yang cuma beberapa meter saja dari tempat kakak iparnya.“Aku pulang kira-kira sejam lagi.” SMS dari Bram masuk ke HP Tia.Tia duduk sendirian di dalam kamar di depan cermin.




















