Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Polos sekali. Bokep China Itu cuma dugaanku. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,, Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Pikiranku mendadak kacau. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Aku langsung ingin mengutuk diri. Dia benar-benat ulet. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan.




















