“Oo,” gumam Sitha tanpa ekspresi,
“Beginian. Tapi, yah, kebiasaan lama susah luntur. Bokep Jilbab/Hijab Bram awalnya kelabakan, tapi langsung menyerah pada desakan Mirna. Sitha lalu menaruh rokoknya di asbak, tersenyum, berdiri, lalu mendekati Mirna. Telan.” Mirna yang masih kaget tidak sempat berpikir apa-apa lagi, secara refleks diikutinya perintah Bram.Mirna memalingkan muka selagi menelan. Bram tersenyum penuh kemenangan sambil membuka dasinya. Dua-duanya terlalu capek untuk ngobrol ataupun merasa bersalah. Mirna menurut, berharap Bram melanjutkan ronde 3. Sewaktu mau membuka pagar rumahnya sendiri, Mirna kalang-kabut ketika melihat mobil Mercedes-Benz hitam muncul di ujung jalan. Mirna sampai lupa terpikir untuk membalas perlakuan Bram tadi dengan tindakan yang sama, berhubung posisinya sekarang kebalikan yang tadi. Mirna, yang tidak pernah pacaran dengan Bram, kaget waktu kebiasaan buruk Bram ketahuan sekarang. “…ya, kupikir dibilangin juga kamu ga bakal mau…”
“Jadi kamu ga nanya dulu, nyangka aku ga mau, makanya kamu milih ngentot sama lonte? Enak?”
“Ah… ah… Mas lihatin aku…




















