Aku kan dah minta maaf juga. Bokep Cina Tangan kiriku bergerilya masuk kedalam celananya. Putri hanya tersenyum mengangguk. Putri langsung merespon “segitu pengennya ya?”, yang langsung kujawab “udah hampir sebulan loh. Kupercepat irama gerakan pinggulku sebisa yang aku mampu. Berhubung meja kami sebelahan, gampang saja kutawarin dia makanan tersebut. Sedikit curhat, pernikahanku kali ini di ujung tanduk. Makanya ketika dia tahu aku bertengkar dengan Wulan, dia langsung bertanya “Kau apain dia?” dengan gaya khas anak bataknya. Kudorong terus sampai melekat kelamin kami. Ini berarti taruhan 50-50. Kali ini putri tidak bisa terdiam. Parahnya, putri lebih senang untuk tidak memakai make-up bahkan dalam situasi formal sekalipun. Tidak sekalipun kusanggah, tidak sekalipun kutepis.




















