Papiku seperti kedodoran menanganiku saat itu, beliau terengah-engah mengikuti gerakan tanganku di pinggulnya. Bokep Tobrut jangan.. Clarisa sayang.. Sementara itu terasa bagiku sebuah silinder panjang, keras dan hangat, berdenyut-denyut di antara kedua bongkahan pantatku.Papiku menghentikan aktivitasnya dan berbisik lagi,“Kita ke kamar saja ya!” Beliau mendorongku berdiri dan merangkulku, terus menuntunku masuk ke dalam kamarku yg letaknya bersebelahan kamar mandi itu.Aq seperti tak berdaya mengikuti apa saja yg dilakukannya. Ketika aq membuka pintu itu sedikit demi sedikit, aq sempat terbengong ketika mendengar dan melihat Papiku sedang menonton Blue Film dengan posisi setengah telanjang. Dan berucap,
“Aq minta maaf Pa, aq nggak sengaja!” Papiku hanya tersenyum kepadaku dan langsung menjawab ucapanku tadi,
“Bantuin aq membersihkan ini, ya!” dia mengambil kain dan tissue dan mulai membersihkan sisa-sisa di atas meja dan sofa tadi.




















