“Awas lho, Bu… Ada hantunya…!” katanya. Bokep Crot Aku agak takut juga, namun tidak kuperlihatkan. Oding pun aku lihat belum tidur. Lalu kusapa dia, “Oooo, Pak Oding belum tidur ya?”
“Belum, Bu… Acaranya bagus, nih,” katanya lagi, sambil tiduran di lantai. Di ruang belakang, aku mendengar suara televisi hidup. “Jangan, Pak. Suamiku, karena kesibukannya, kini jarang sekali memberiku nafkah batin. Suamiku, karena kesibukannya, kini jarang sekali memberiku nafkah batin. Sebagai wanita normal, aku sebetulnya menginginkannya. Aku tidak mau mengkhianati suamiku. Ia pun kembali melingkarkan tangannya di bahuku. Aku maklum, sebab sebagai laki-laki normal, Pak Oding tentu juga memiliki nafsu dan keinginan, namun aku tidak mungkin berselingkuh dengan pembantuku. Ia dipekerjakan oleh suamiku karena di daerahku ini amat sering terjadi perampokan. Mau selimut?” tawarku. Aku maklum, sebab sebagai laki-laki normal, Pak Oding tentu juga memiliki nafsu dan keinginan, namun aku tidak mungkin berselingkuh dengan pembantuku.












