Kok sepi banget Pak, rumahnya.Dia tersenyum, Saya kost di sini. Bokeb Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aku segera keluar dengan berkata tergagapgagap, Ti..ti..tidak, eh, eng..ggak ngapangapain, kok, Pak. tidak baik untuk dilihatlihat. Di dalam hati aku tertawa karena sudah bisa mempengaruhi pandangan Pak Irfan.Di suatu hari Minggu aku berniat pergi ke rumah Pak Irfan dan pamit kepada Mama dan Papa untuk main ke rumah teman dan pulang agak sore dengan alasan mau mengerjakan PR bersamasama. Kok sepi banget Pak, rumahnya.Dia tersenyum, Saya kost di sini. Aku terengahengah, Hah, hah, hah,…
Pelukan kedua tangan Pak Irfan semakin erat ke tubuhku dan spontan pula kedua tanganku memeluk dirinya dan mengeluselus punggungnya. Maa..aa..aaf, ya, Pak.Pak Irfan hanya tersenyum saja, Ya.




















