saya tolak dengan halus. Tawaranku diterimanya. Hot bokep Kami memanggilnya Duren. Suara “Maaf” terdengar sayup-sayup. saya jadi terbawa nafsuku sendiri.Saya berjalan mendekati jendela-jendela besar yang terbuka. Bukannya pulang, kami berputar haluan ke Lembang, hanya berbaju lengan pendek tanpa jaket. Ciumannya memang sedap, tetapi saya tak sudi disetubuhinya. sensasi yang muncul lima kali lebih nikmat. Duren kembali mencumbu bagian wajahku.Aku mulai berpikir. Apa yang sedang kulakukan? saya duduk bertengger di salah satu jendela itu. Kasihan dia, tentunya kedinginan. Hatiku sakit, kewanitaanku perih. Ini merupakan dosa terbesar dalam hidupku: mengakhiri hidup sebuah janin sebab ulahku sendiri.Bukan itu saja. Tetapi menjelang sore, ruang dapur, beberapa ruang duduk, ruang tamu, bahkan di lorong-lorong yang tak tersedia kursi pun menjadi semarak.




















