aaaaaaaaaggghhhh…. yaaaang….. Bokep Mama teruuuuuussss… saaaa.. aku pikir-pikir dulu..” Jawabku sekenanya, tapi akhirnya akupun menginap juga di rumah Ardi. Tatapannya seakan kosong hingga saat aku kembali dari lobby aku terkejut mendengar dia menangis, aku tidak menyangkan kalau ada cowok yang akan menangis bahkan ini bisa di katakan di tempat umum.Perlahan aku mendekatinya dan agak lama juga akhirnya aku tahu kalau dia bernama Ardi. aaaaaaaaaggghhhh…. oooouuuggghhhhh… aaaaggggghh… saaayyyyaaang… nikmaaaat… saaayaaang…. Dan bukannya langsung tidur begitu habis makan malam namun kami masih ngobrol di balkon pas depan kamar Ardi di lantai dua rumah tersebut.Siapa menduga kalau kami akhirnya melakukan adegan seperti dalam cerita ngentot. Ardi memang sudah menggoda bagiku karena ketampanannya, saat dia menatap mesra padaku akupun terpana apalagi ketika dia menyentuh bibirku dengan bibirnya, aku langsung saja membalasnya dengan penuh gairah. Kamipun sering bertemu dan seperti biasa Ardi selalu curhat bagaimana keluarganya menyikapi pernikahannya yang batal.




















