Ternyata adalah Ayu. Film Porno Besoknya saat istirahat makan siang, aku meneleponnya dan bertanya langsung padanya. Sebelum aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. Sesampainya di sana, aku pun langsung menaiki lift ke lantai yang diberitahukan. Kemudian kami bercakap-cakap, ternyata Ayu memang enak untuk diajak ngobrol. Tidak hanya di apartmentnya, kadang aku datang ke tempat kerjanya dan melakukannya bersama di WC, tentu saja setelah semua orang sudah pulang. aduhh.. “Ayu, apa elu tidak menyesal perawan elu gua tembus..?”
“Ton, gua rela kalau elu yang ngambil perawan gua, bagi gua di dunia ini cuma ada kita berdua aja.”
Tanpa ragu-ragu lagi langsung kutusuk penisku dengan kuat, rasanya seperti ada sesuatu yang robek, mungkin itu perawannya, pikirku. aduhh.. Ia lebih sering memandangku, terutama ketika aku berbicara, tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Ton.. Saat terakhir air maniku keluar, aku pun merasa lemas. Tapi aku




















