Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Mas.. Bokeb Saya dari Cikampek, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Pondok Indah,” jawabnya. “Aduuh.. Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. ya.. Mungkin terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja). Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru, benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Mamah punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Setiap kali gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, “Enak.. “Uuh..” hanya itu suara yang kudengar. uh..” hanya itu yang keluar dari mulutnya. “Mah.. Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. gila.. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Kupandangi langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Kuperhatikan jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang.




















