Aku mulai menelanjanginginya, kulepaskan beha hitam yang menutupi kedua payudara mbah Suliyem yang hanya berupa kulit menggantung. Bokeb Perlahan kulepas baju kebayanya, ia tetap tak bergeming.Bahka saat kukecup bibirnya yang sudah tak ada lagi kelembutan yang tersisa. Sesekali kulepaskan tangan kiriku dari kemudi untuk membimbing tangannya agar bersedia meakukan gerakan naik turun mengocok kontolku yang semakin tegang dan keras.“ayo dong mbah … kocok mbah …” aku mulai merajuk seiring dengan akal sehatku yang mulai hilang.Mbah Suliyem tak bergeming, hanya menatapku kemudian kembali menatap ke arah depan sambil sesekali menggerakan tangannya naik-turun mengocok kontolku dengan ogah-ogahan, karna kadang tangannya berhenti bergerak meski tetap menggenggam kontolku.Tak terasa hingga kami pun keluar dari area hutan Bunder dan sudah tampak satu-dua rumah penduduk di kanan kiri jalan. Kontolku semakin mengeras dan akupun juga melucuti pakainku hingga kami sama-sama berdiri telanjang bulat di ruang tengah rumahnya.Perlahan kubelai kulit lengannya yang sudah kering keriput, kuusap hingga




















