Matanya menatapku. Bokep Asia Kikuk, kuraih tangan kanannya dengan jemariku. Aku malu seketika. Lengannya terulur lagi, kali ini menarik zipper celanaku ke bawah. “Aku..,” desahku lagi. Tak heran, ini sudah pukul setengah satu pagi, dan menjelang hari raya, nyaris semua orang pergi berlibur. Aku bertaruh kamu pasti bingung apa yang harus kaulakukan pada seorang wanita yang mendadak berada di rumahmu pada jam satu pagi.”
“Terserah apa katamu,” gumamku, lalu menghempaskan tubuhku di atas sofa. Kuciumi ujung buah dadanya yang telanjang di depanku. Kurasakan sesak yang luar biasa. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Kulepas jasku dan meletakkannya di atas buffet, lalu aku berjalan menuju bar kecil di ruang dapur. Ia tersenyum memandangku. “Jangan ! Kuangkat lenganku dan memajukan tubuhku, berusaha memeluk dan menciumnya. “My God,” desahku tanpa sadar.










