Di atas ranjang, Fenty tidak bisa memejamkan matanya. Crott! Bokep Crot Dengan sedikit desakan, kontol Papanya perlahan masuk ke memek Fenty. Sebetulnya Fenty sudah mengerti apa yang sedang terjadi di kamar orang tuanya. Fenty dengan tenang menelannya habis. “Lebih hebat dari Mama kamu,” kata Papanya lagi. Dibalasnya ciuman Fenty dengan hangat pula.“Mm…” suara Fenty terdengar pelan.Papa Fenty bangkit lalu duduk berhadapan dengan Fenty. Crott! Lama amat sih, Fen? Fenty terpejam menikmati belaian Papanya itu. Darah Fenty berdesir karenanya. Fenty lalu berdiri sambil tersenyum.“Fenty pengen, Pa..” pinta Fenty berbisik.“Tidak bisa sekarang sayang,” kata Papanya sambil membetulkan celananya.“Kapan, Pa?” kata Fenty sambil memeluk dan mengecup bibir Papanya.“Kamu pulang kuliah jam berapa?” tanya Papanya.“Jam 11, Pa…”“Kalau begitu Papa jemput kamu di kampus jam 12 untuk makan siang, lalu kita cari tempat…” kata Papanya sambil tersenyum.“Iya, Pa…” kata Fenty sambil tersenyum pula.“Kasih tahu pacar kamu untuk tidak jemput, ya?” kata Papanya.




















