Sekitar tiga langkah di depan suaminya yang tertegun, Surti berhenti. Vidio XNXX Ia masih menunggu, dan berharap akan benar-benar mendapat “pertunjukan istimewa” dari istri tercintanya. Tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi, Bari menyahut kalem, “Bagaimana kalau kamu menari bugil..”. Begitulah mulianya hati seorang istri. Apalagi Bari juga kadang-kadang memainkan lidahnya di dalam mulut, menekan-nekan puting itu ke kiri dan ke kanan. Surti baru sadar apa yang dimaksud suaminya. Surti menyambut pasangan hidup terkasihnya di depan pintu, menerima tasnya, dan membiarkan tubuhnya yang segar karena baru habis mandi, dipeluk oleh suaminya.“Hmm.., harumnya istriku”, bisik Bari sambil menciumi leher Surti. Ia ingin berterima kasih.., ia ingin memuji.., ia ingin memuja.., ia ingin menyatakan cinta. Walaupun begitu, rasanya dengan Surti teori itu tidak selalu berlaku.“Aah..” terdengar Surti mulai mendesah lagi, dan pinggulnya berputar-putar gelisah, “Dikit lagi Yang.., tapi jangan semuanya..”
Oke boss!




















