Akhirnya Ita berhenti di lantai 6, kembali ke kamarnya sedangkan aku ke Lantai 10Setiba di kamar kulihat Edwin sedang tiduran sambil membaca buku. Dia diam saja. Bokeb Setelah itu pegangan Ita mengendor sehingga aku bisa mengangkat kepalaku dari jepitan kedua belah pahanya yang sintal dan kenyal. Ita tampak tersenyum puas masih dalam posisi telentang. Setibanya di Hotel kami beristirahat sejenak, kemudian kami bertiga melakukan survey tempat lokasi training untuk hari senin esoknya. Aku menonton TV sambil berbaring dan melamun bagaimana caranya untuk mendekati Ita. Tanpa terasa ular nagaku mengeras kencang sekali, sekan-akan hendak berontak dari celanaku.Pijatanku beralih lagi ke jari kaki dan terus menggelosor menuju punggung. Setibanya di Hotel kami beristirahat sejenak, kemudian kami bertiga melakukan survey tempat lokasi training untuk hari senin esoknya. Ita mendadak hendak bangun dan berucap, “Jangan Rick..!Aku tahan punggung Ita, ” Jangan takut Ta gue kagak ngapa-ngapain…, lu bisa teriak kalau gue macem-macem dan gue




















