tangan kiriku masih menopang pantatnya, tangan kananku dengan cepat dan sedikit kasar merangsek bawuknya (baca: memek) sekarang matanya malah melotot…sekali kali kelopaknya bergetar menatap mataku.. “jam enam aja mas telponnya” bisiknya cepat. Bokep Tobrut sengaja kuhanyutkan diriku kedalam imaginasinya. setelah selesai dan capek bercerita, kucium bibirnya. “hampir …” katanya Aku hanya tersenyum “baru sekali ini aku masuk ke kamar tamu hotel, habis…..” “kenapa ?” “nov, namamu nova kan? Dan lima hari tugas di Tarakan
hampir setiap malam hal yang sama terjadi namun kami melakukannya di lain hotel di kamar nomor13
sekarang kadang aku merindukan ketabahannya itu… bukan main…. Dari arah pintu masuk aku berjalan perlahan dengan pandangan mata hampir tak berkedip ke arah receptionist itu. LHO ? tiba-tiba badannya tersentak kebelakang
posisi ana sekarang terduduk sekilas aku sempat melihat ana mengatur nafasnya… “HHHhhHhHh….sshhh….mmmmhmmhhhmpp….” rupanya mukanya ia tempelkan di kasur agar tak bernafas…
dan nampaknya serangan kedua telah siap ia lakukan aku kini lebih siap kutarik




















