Aku mempererat dekapanku, sambil mengecup rambut indahnya yang terjuntai lurus sampai pinggang, aku berkata, “aku mencintaimu, seperti apapun kamu nanti.”“Qora !” Sava menggenggam kedua tanganku lalu menempelkan mulutnya, menghembuskan nafas lembut, “saat aku tua nanti, dan saat volume otakku semakin menyusut dari waktu ke waktu. Wajah Sava terlihat mulai hanyut dalam pagutan kami.Aku semakin memajukan tubuhku, terus memajukan hingga membuat tubuh Sava merebah di atas sofa biru tua. Vidio Sex Gak ada rasa sakit meskipun kepalan tanganku mulai mengeluarkan darah segar.“Siapa saja, gak peduli malaikat atau iblis, silahkan menukar kehidupan Sava dengan nyawaku. Yeah, aku akan terus menerus mencoretkan kenangan ini di hatiku, gak perlu takut kehabisan tinta, karna air hujan yang dicampur dengan tanah dapat aku gunakan sebagai tinta tambahan.Semakin lama, gak ada tanda-tanda hujan akan berhenti, bahkan semakin lebat mengguyur tubuh kami.




















