Aku kemudian menunduk Sara ke bawah, mulutku berkomat-kamit (sebenarnya aku tidak membaca mantera, dapat mengitung satu tambah satu dua, dua tambah dua empat dan seterusnya dgn cepat). Bokeb Sekarang sampailah pada tahap selanjutnya, pikirku.Tanpa basa basi aku melepaskan jubahku dan celana dalamku. Suaranya terhenti. teriakku dalam hati. Suaranya terhenti. Ilmuku tidak dapat masuk kalau bagian tubuhmu yg diciumi si bajingan itu masih terhalang kain”. Kalihkan ciuman dan gesekan lidahku ke lehernya yg mulus. Kemudian aku menghela nafas dan berkata:
“aku juga harus melakukan yg sama Cah Sara. Branya putih, berkembang-kembang. Aku sekarang dapat melihat wajahnya dgn jelas. Kenyal dan hangat):
“ya sudah Cah Sara, aku kasihan kepadamu” kataku kebapakan:
“aku akan mencoba menolongmu, dgn sepenuh ilmuku. Buka juga pakaian dalammu. Naik turun gunung, masuk ke goa dan bertapa (ih, dinginnya minta ampun) dan dipaksa berpuasa mutih (hanya minum air dan nasi putih doang), empat puluh hari penuh.




















