Ngapain lagi tuh ?!!, aku tertegun.Entah kenapa, rasa takut dan jengah perlahan berganti dengan geletar-geletar tubuhku. Hot bokep Tapi kok gak ada tanda-tandanya. Kemudian bergeser, perlahan. “Iya kak !”, lalu tak terdengar lagi suara kak Dewi. Akupun bergegas menghabiskan sisa makananku.“Kak, maafin Tedy yah !”, kataku sambil meletakan gelas yang airnya habis kuteguk.Kak Dewi tak bersuara, tapi matanya menatapku, penuh keheranan dan tanda tanya, atau mungkin tatapan apa itu artinya.Entahlah.Beberapa hari kemudian setelah situasi dirumah mulai terasa normal, malam itu kak Dewi diruang tengah nonton TV atau mungkin membaca majalah. “Mmm…dari rumah Wawan kak !”,“Makan dulu…tuh kakak udah masak !”, terdengar suara kak Dewi dari ruang tengah. Kuulangi gerakan dan gesekanku, kembali ia mendesah. Lalu terdengar langkah kaki kak Dewi menjauh dari pintu kamarku.Ya ampun ! Aku menjilat dan terus menjilat kemaluan kak Dewi. “Tedy bisa pegang rahasia kan ?”, ia menatapku sungguh-sungguh.




















