Aku hanya memikirkan kenikmatan bagi diriku, hendak mereguk dia sepuas-puasnya, karena bukankah ini adalah jual-beli? Duhhh nikmatnya. Bokep Family Pacar Om itu kelihatan sombong sekali, melihat kita-kita ini kayak ngeliatin pe-es-ka murahan aja.”“Ah tidak benar itu. Minum satu sloki saja tidak akan mabuk.”“Dan kalau sudah mabuk tidur di ranjang kamar tidur Om sampai pagi?”, lanjutnya tanpa mempedulikan jawabanku.“Om akan mengantarmu pulang sebelum senja.”“Sebelum senja besok?” Aku terdiam sejenak, walau sebenarnya nafsuku jadi menggelegak.“Sebelum senja hari ini juga. Wajah Ermita kini terlihat cerah dan segar, tidak lagi kuyu dan letih seperti tadi. Sebelum dia turun kutanya: “Ermita, apakah tujuh setengah juta cukup untuk membayar uang sekolahmu yang belum dibayar?” Aku mengeluarkan uang itu dari balik kemeja dan memberikan kepadanya. Om ambil kegadisanmu ya?”“Mmmh, ambillah Om, Mita serahkan buat Om”, dia sudah menyerahkan perawannya untuk diambil olehku dengan cara apa saja yang aku maui. Itupun pelacur jalanan yang mangkal di traffic light dengan




















