Kakiku terasa bagai melayang, padahal keduanya menjejak kasur dengan keras. Ehh.. Bokeb Menyesal karena merasa dirinya terlalu ragu-ragu bertindak.Tak lebih 15 kilometer jauhnya dari kamar tidur Tania, aku juga sedang terlentang sendirian di ranjang besar di kamar tidurku dengan mata nanar memandang langit-langit.Aku juga tidak bisa tidur malam ini, walau separuh laporan perusahaan yang penuh angka dan paling menjemukan telah habis aku baca.Entah kenapa, malam ini aku begitu merindukan Tania. Ia sedang dalam perjalanan yang tak mungkin dihentikannya lagi. Hari itu sebenarnya adalah jadwalku untuk kembali masuk ke kantor, namun aku belum juga datang.Siang tadi Tania telah berulang kali menelphone HP-ku, namun tidak aktif. Tapi ngomong-ngomong, presentasi-nya sukses lho, Nia.




















