Sembari memandangiku yg masih terbaring dalam keaadaan polos, Lidya mengenakan lagi pakaiannya. Bokep Tante “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. Lidya ikut berbaring di sampingku. Padahal aku sudaH punya mobil. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Namun Lidya malah menaruh hati padaku. Perlu diketahui, aku memperoleh anjing itu dan Mas Herlambang, suaminya Mbak Indira. “Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aku mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya. Namun aku tak tahu dan sama sekali tak merasakan apa-apa meskipun Lidya menekan dadanya cukup kuat ke dadaku.




















